Berdikari.Online, Sumbawa – Anggota DPR RI Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta, MY Esti Wijayati, S.H., berjanji akan memperjuangkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui jalur aspirasi bagi sekitar 50 hingga 100 siswa di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pelajar SD, SMP, dan SMA dari keluarga desil 1 hingga 4.
Komitmen tersebut disampaikan Esti, sapaan akrabnya, saat menghadiri peringatan Bulan Bung Karno yang dirangkaikan dengan Festival Muharram di Desa Poto, Sabtu malam, (20/6). Menurutnya, meskipun berasal dari Yogyakarta, dirinya tetap memiliki komitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sumbawa.
“Untuk masyarakat desil 1 sampai 4, insyaallah saya akan membantu dengan Program Indonesia Pintar melalui jalur aspirasi. Setidaknya untuk desa ini bolehlah 50 sampai 100 anak,” ujar Politisi PDI Perjuangan itu.
Ia menjelaskan, bantuan tersebut sementara hanya dapat diberikan kepada sekolah yang berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sementara siswa dari madrasah dan pondok pesantren yang berada di bawah Kementerian Agama masih diupayakan agar dapat memperoleh akses bantuan serupa.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini juga mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memperjuangkan anggaran kebudayaan di tingkat nasional. Namun, pembahasan anggaran tahun 2027 dinilai tidak mudah karena alokasi sementara untuk sektor kebudayaan mengalami penurunan drastis menjadi kurang dari Rp1 triliun untuk seluruh Indonesia.
Meski demikian, ia memastikan masih terdapat sejumlah program yang akan diarahkan ke Desa Poto sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya. Bantuan tersebut dapat berupa atraksi budaya maupun bantuan peralatan penunjang.
Keterangan tersebut disampaikan menanggapi aspirasi yang disampaikan Kepala Desa Poto, Fathul Muin yang meminta bantuan program kebudayaan. Di samping itu, komitmennya ini didasarkan pada pikiran bahwa partai politik tidak boleh hadir saat pemilu saja.

Lebih lanjut, MY Esti mengapresiasi penyelenggaraan Festival Muharram yang bertepatan dengan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan komitmen masyarakat Desa Poto dalam melestarikan budaya luhur bangsa.
selaras dengan itu, ia turut mengingatkan pentingnya memahami sejarah lahirnya Pancasila serta gagasan Trisakti Bung Karno. Gagasan ini meliputi berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
“Jangan melupakan sejarah, Jasmerah. Teruslah menancapkan di dada kita bendera Merah Putih yang kita cintai, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetap bersatu apa pun situasinya, jangan mudah terpecah belah dan jangan terprovokasi,” katanya.
Peringatan Bulan Bung Karno yang dirangkaikan dengan Festival Muharram di Desa Poto turut dihadiri Wakil Bupati Sumbawa Muhammad Ansori, Wakil Ketua II DPRD Sumbawa Gitta Liesbano, Ketua KONI Sumbawa Abdul Rafiq, Camat, Kepala Desa, serta masyarakat setempat.*

