Sunday, September 6, 2026

Pelatihan Digital Marketing Dorong Kemandirian Ekonomi Siswa PKBM Budaya

Shares

JAKARTA, BERDIKARI.ONLINE — Perkembangan ekonomi digital menuntut generasi muda tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk kegiatan produktif. Keterampilan tersebut menjadi salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan E-Commerce dan Digital Marketing bagi siswa Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Budaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat itu dipimpin Sigit Widiyarto sebagai ketua tim, bersama dua anggota, Mu’thia Mubasyira dan Yeni Raini. Pelaksanaan kegiatan juga didukung dua mahasiswa, Sofyan Romdhoni dari Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Setiawan Agung Wibowo dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.

Pelatihan dirancang untuk memperkenalkan peserta pada ekosistem perdagangan digital sekaligus memberikan pengalaman praktik pemasaran melalui berbagai platform media sosial.

Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar e-commerce, strategi pemasaran STP (Segmenting, Targeting, dan Positioning), serta pemanfaatan algoritma dan karakteristik sejumlah platform digital, seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik membuat konten digital yang menarik serta strategi memasarkan produk melalui media sosial. Materi tidak berhenti pada penjelasan teori. Para siswa diberi kesempatan mempraktikkan pembuatan konten dan menyusun cara pemasaran produk agar memiliki daya tarik di pasar digital.

Pada sesi akhir, setiap peserta mempresentasikan hasil karya konten digital yang telah dibuat di hadapan instruktur. Sesi tersebut sekaligus menjadi bagian dari evaluasi untuk melihat sejauh mana peserta mampu menerapkan materi yang diberikan selama pelatihan.

Pembina PKBM Budaya, Khumaedi, menilai keterampilan pemasaran digital penting diberikan kepada siswa karena perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat memasarkan dan menjual produk.

“Dengan penguasaan keterampilan ini, diharapkan para siswa PKBM Budaya mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memiliki kemandirian ekonomi di masa depan,” ujar Khumaedi.

Kepala PKBM Budaya, Epon Yumenah, juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut dia, pelatihan e-commerce dan digital marketing merupakan bagian dari keterampilan hidup (life skill) yang dibutuhkan peserta didik untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan ekonomi.

“Program ini merupakan life skill yang penting bagi mereka untuk menyongsong era digital,” kata Epon.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Selain mengikuti penyampaian materi, siswa aktif dalam sesi praktik, diskusi, dan presentasi hasil karya. Kegiatan ditutup dengan evaluasi terhadap konten digital yang telah dibuat peserta.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi dan keterampilan digital di lingkungan pendidikan nonformal. Kemampuan memahami pasar digital, membuat konten, serta memasarkan produk melalui platform daring diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Universitas Indraprasta PGRI Jakarta dengan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Reguler Tahun Pendanaan 2026.*(y/s)

Shares

berita lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Berita Terbaru