Berdikari.Online- Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar acara pembukaan Konferensi Besar (Konbes) NU di Hotel Yuan Garden Jakarta Pusat pada Jumat (20/5/2022) malam. Dalam kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari ini, pengurus NU akan memperkuat landasan organisasi dan sistem kaderisasi.
Dalam sambutannya, Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau yang biasa disapa Gus Yahya menjelaskan, Konbes yang mengangkat tema Penguatan Landasan Jamiyah untuk Optimalisasi Khidmah ini digelar dengan agenda dua. Pertama, agenda untuk membahas sistem pelatihan kader NU.
“Pertama adalah agenda untuk membahas sistem pelatihan kader NU. Mengapa? Karena kita sedang menghadapi pekerjaan-pekerjaan yang sangat besar dan sangat banyak pada waktu-waktu mendatang ini, dan kita membutuhkan personel dan aktivis yang memenuhi kualifikasi, yang memiliki kapasitas yang cukup untuk mengerjakan tugas-tugas yang ada itu,” ujar Gus Yahya di Jakarta, Jumat malam.
Sedangkan yang kedua adalah agenda penyempurnaan Peraturan Perkumpulan (Perkum) di Lingkungan NU atau yang dulu disebut sebagai Peraturan Organisasi (PO). Menurut Gus Yahya, peningkatan efektifitas Perkum sangat penting untuk menjamin terlaksananya agenda-agenda NU secara lebih dan.
“Kita perlu menjamin perbaikan karena pekerjaan-pekerjaan yang sekarang begitu banyak dan begitu kompleks, ini membutuhkan tata laksana yang lebih efisien melaksanakan agenda-agenda itu secara lebih efektif dan mencapai target-target yang dican,” kata Gus Yahya.
Gus Yahya mengatakan, dua agenda tersebut dibutuhkan untuk mengeksekusi program-program yang telah dicanangkan PBNU selama empat bulan terakhir ini. Namun, menurut dia, doa hal itu hanya bisa dilaksanakan setelah ditetapkan dalam Konbes.
“Maka, sengaja pada kesempatan ini hanya menggelar Konbes, tanpa Munas Alim Ulama. Karena agenda yang kita bahas lebih menyangkut hal-hal teknis manajerial di lingkungan Tanfidziyah NU. Di dalam penyempurnaan peraturan perkumpulan pun yang kita sentuh nanti adalah hal-hal yang terkait dengan tugas-tugas Tanfiziyah,” jelas Gus Yahya.
Selama kepemimpinannya, tambah Gus Yahya, kemungkinan PBNU nantinya juga akan sering melakukan Konbes. Bahkan, bisa lebih dari dua kali dalam satu periode. Karena, menurut dia, saat ini dihadapkan dengan berbagai realitas yang dinamis.
“Mungkin bisa setiap tahun (menggelar Konbes), sesuai dengan kebutuhan. Karena kita menghadapi dinamika realitas yang luar biasa akseleratif, sehingga dari waktu ke waktu sangat mungkin kita membutuhkan penyesuain-penyesuaian,” pungkas Gus Yahya.(*)